Senin, 08 Desember 2014

5 Best Escape-Pills 2014

Efek baca-baca sekilas lagi Hunger Games setelah agak dropped sama versi film Mockingjay part. 1, manusia itu dipikir-pikir tak ubahnya tribut-tribut Hunger Games yang dilempar begitu saja ke arena tanpa bisa menolak (pilihan lainnya hanya bunuh diri). Kita pun tak ubahnya Andy Dufresne di Shawshank Redemption dan Piper Chapman di Orange is The New Black. Dunia ini pun hanyalah Shawshank State atau Litchfield Penitentiary (atau LP Cipinang!) dengan kunci-kunci dan sipir tak kasat mata. Kita nggak bisa kabur. Pilihannya hanya terus bernafas atau stop (ada yang mau kasih tahu pilihan lain?). Maka, masih beruntunglah manusia punya kepala yang di dalamnya terdapat imajinasi yang bisa membawa kita melarikan diri ke mana saja kita mau. Terpujilah para seniman, penulis, pembuat musik, animasi, film, games, dan apa pun yang mampu membawa kabur barang sebentar para tahanan ini.

Terpujilah pula para muzakki torrent, pengunggah serial di berbagai sudut pirate bays dan kickass. Serial yang episodnya banyak ini setahunan sudah jadi kendaraan melarikan diri paling ampuh buat saya. Binge-watching pun sudah menjadi escape-pills yang tak kenal overdosis (hanya efek samping kurang tidur dan kurang bersosialisasi). Setelah iseng-iseng membuat daftar serial yang saya tonton tahun ini (dan karena sekarang sudah bulan Desember), maka berikut ini lima judul serial terbaik yang saya tonton tahun ini.

#5 Les Revenants
Atau judul Inggrisnya The Returned. Serial Perancis ini punya opening title yang bikin merinding tapi keren (dengan soundtrack Mogwai satu album). Ini semacam Walking Dead versi cakep. Drama zombie minus make up darah-darah atau kejar-kejaran mengunyah manusia. Cerita dimulai dengan kemunculan sejumlah orang yang sudah mati di sebuah kota kecil Perancis. Tidak seperti hantu atau zombie, mereka kembali dalam bentuk manusia utuh. Nuansanya yang kadang aneh bikin saya beberapa kali malas lanjut nonton, tapi lama-lama bikin penasaran. Kabarnya musim keduanya baru akan keluar tahun depan (musim pertamanya sudah tayang dari 2012).


#4 Fargo
Fargo season 1 ini punya dua pemeran utama yang ngeselin. Yang satu loser parah (Lester Nygaard diperankan oleh Martin Freeman pemeran Hobbit dan Dr. Watson di Sherlock), yang satu lagi pembunuh berdarah dingin (Lorne Malvo diperankan oleh Billy Bob Thornton yang tega tapi susah kita benci). Pertemuan Lester dan Malvo menjadi pemantik sederetan pembunuhan yang terjadi di Bemidji, Minnesota. Sepanjang season kita akan dibuat gemas oleh Sheriff yang sotoy tapi goblok (diperankan oleh Bob Odenkirk si Saul Goodman di Breaking Bad), polisi-polisi muda yang di-underestimate (Molly Solverson yang diperankan oleh Allison Tolman dengan begitu manis), dan semua tingkah Lester yang sebelas dari sepuluhnya salah. Serial ini diadaptasi dari film berjudul sama yang keluar tahun 1996.



#3 Orphan Black
Adegan awal dari serial Kanada yang agak underrated ini memperlihatkan seorang con artist yang melihat orang yang persis berwajah dan berbadan sama seperti dirinya sedang melompat bunuh diri di subway. Orphan Black adalah serial science fiction tentang kloning manusia. Premis yang menarik ini jadi lengkap karena pemeran utamanya (Tatiana Maslany) berhasil memainkan belasan karakter dengan gestur, sifat, dan aksen Inggris yang berbeda-beda dengan sukses. Bahkan saya pun sering lupa bahwa karakter-karaker tersebut dimainkan oleh satu aktris yang sama. Cerita makin seru ketika ternyata kloning ini tahu bahwa mereka akan dipatenkan oleh sebuah korporasi biotech, Dyad Institute.


#2 Orange is The New Black
Kehadiran Netflix mengubah cara menonton serial di AS dan sejumlah negara lainnya. Kini serial nggak lagi selalu harus ditonton di televisi. Kita bisa buat akun di Netflix dan pilih serial mana yang mau kita tonton dengan membayar. Awalnya, Netflix hanya menyediakan ulang serial-serial dan juga film yang sudah ada. Nah, barulah sekitar tahun 2012, Netflix pun mulai mempunyai original series-nya sendiri. Dan OINTB menjadi ledakannya (mengalahkan House of Cards). Dark comedy tentang kehidupan di penjara perempuan New York ini sangat menghibur dan cerdas tanpa sok cerdas. Isu rasisme (white, latin, black, sampai asian), gender, sampai korupsi ditampilkan dengan humor sarkas renyah di serial based on true story ini.



#1 Breaking Bad
Kalau yang satu ini serial yang awalnya lumayan saya underestimate. Ditambah lagi di awal-awal plotnya rada lamban (apalagi saat itu saya lagi nonton Game of Thrones yang serunya tak kenal titik). Tapi sehabis nonton, Breaking Bad pun menjadi serial antihero paling bagus yang pernah saya tonton. Seorang guru kimia SMA yang menjadi koki sabu nomor satu se-Amerika bersama mantan muridnya. Sepanjang lima musim, serial ini menceritakan perkembangan dua karakter utama dengan begitu gila. Bagaimana Walter White dan Jesse Pinkman menjadi karakter yang bisa kita suka dan benci secara bersamaan. Belum lagi drama-drama drug cartel Amerika Latin yang menyumbang paling banyak darah di serial ini.



Honorable mention:
Game of Thrones, Sherlock, Homeland, Please Like Me.