Kamis, 13 Juni 2013

Kartinian Bales-Bales Surat Kartini

Hari Kartini-an lalu, saya bareng beberapa teman dari Pamflet diajak untuk ngeramein acara yang diadakan di Coffeewar. Acaranya berisi pembacaan surat-surat Kartini dan sekalian "membalas" surat-suratnya. Lalu, kami pun memutuskan untuk membalas surat Kartini dengan membawakan 1 puisi tulisan Ninies dan 1 surat Kartini yang kami "balas" setiap baitnya dengan headline dari cuplikan-cuplikan berita di kompas.com.

Oh ya, biar lebih gaya, muda, dan "kekinian" :p, kami membawakannya dengan gonjrengan gitar dari Afra-Rukita dan semprotan harmonika raba-raba dari saya. Yang begaya tampil: Moli, Rukita, Afra, Fani.

Berikut mash up surat Kartini+twitter kompas.com. Baris pertama adalah surat Kartini, baris kedua yang hurufnya miring itu tweet-tweet kompas.com.


"Saya menginginkan lebih jauh. Bukan perayaan, bukan bersenang-senang yang menjadi tujuan saya akan kebebasan. Saya ingin bebas agar bisa mandiri, tidak perlu tergantung pada orang lain, agar... tidak harus menikah."
1.004 Pasangan mengikuti Nikah Massal di Probolinggo

"Akan tetapi, kami memang harus menikah. Tidak menikah merupakan dosa terbesar bagi seorang perempuan Islam. Aib terbesar yang bakal ditanggung gadis bumiputera dan keluarganya."
Karena takut dicap sebagai perawan tua, maka orangtua pun menjodohkan dan menikahkan putrinya begitu beranjak remaja.

"Mengenai pernikahan itu sendiri, aduh, azab sengsara adalah ungkapan yang terlampau halus untuk menggambarkannya. Bagaimana pernikahan dapat membawa kebahagiaan, jika hukumnya dibuat untuk semua lelaki dan tidak ada untuk perempuan?"
Undang-Undang Perkawinan sampai saat ini masih memperbolehkan poligami, sementara undang-undang pornografi masih memuat pasal-pasal yang mengkriminalkan perempuan.

"Kalau hukum dan pendidikan hanya untuk lelaki? Apakah itu berarti ia boleh melakukan segala sesuatunya?"
14 pria diduga terlibat dalam tindakan pemerkosaan terhadap gadis berinisial N 15 di Jakarta Timur

"Cinta. Apa yang kami pahami dari cinta? Bagaimana kami bisa mencintai seorang lelaki dan seorang lelaki mencintai kami, tanpa mengenal satu sama lain? Bahkan, di antara kami tidak boleh melihat satu sama lain."
Seperti diberitakan sebelumnya, Mawar (nama samaran) bunuh diri setelah meminum racun rumput di kamarnya.

"Anak gadis dan anak muda dipisahkan?"
Dia bunuh diri setelah diperkosa secara bergilir oleh tiga pemuda sedesanya.


 Gaya pas "bales" surat Kartini

Tidak ada komentar: