Minggu, 09 September 2012

Reaffirming Young People Roles

By the end of 2011, I and a friend wrote an article for ARROW's for Change bulletin volume 17. ARROW is Asian-Pacific Resource & Research Centre for Women. The article was based on our project last year about Sexual and Reproductive Health and Rights among young people.

Assisted by expert and humble friends in this field and a very nice editor, I hope this writing can give a nice insight and initial awareness towards this niche yet important issue. In this article, we talked about how significant young people in cutting the gender-based violence cycle and how young men should be engaged in this very long process, as early as possible. Kindly read the full article by clicking the link in this pic below for PDF version:


(page 5 for this title and don't forget to read the whole bulletin for other larger views about this issue from other countries in Asia-Pacific region)


Sabtu, 08 September 2012

Internet Diet: It's Not About ACCESS

Sekitar enam bulan yang lalu, saya membuat keputusan lumayan besar. Berhenti pakai modem atau segala devices untuk akses internet di laptop pribadi (kecuali wi-fi kalau butuh banget). Memagari diri dari akses internet di luar jam kerja. Maunya sih, selain untuk kerjaan, internet hanya bisa diakses lewat HP seadanya. Selain di waktu kerja, akses internet saya sunat habis dan saya dedikasikan diri untuk akses informasi/hiburan dari media lain: film, buku, majalah, dsb. Sederhananya sih ingin lebih nikmati hidup secara offline. Lebih sering melakukan real face to face conversation daripada obrolan qwerty yang bikin jari pegel dan lebih sering ketawa meledak-ledak sampai sakit perut daripada sekedar LOL dan ROFL. 

Lalu, apakah dengan membatasi akses internet pribadi cuma dari HP bisa bikin diet internet jalan?

Nggak! *buat saya*


Nggak, kalau komitmennya cuma segede debu. Rencana yang jalan pun nggak sampe 50%. Keadaan plus komitmen yang emang jauh lebih tipis dari tisu murah bikin rencana ini malah belok dari prinsip awalnya. Akses internet pribadi yang di-stop memang tetep jalan. Tapi bukannya jadi maksimalin konsumsi produk budaya lain, malah lebih maksimal pakai akses internet HP. Thanks to WhatsApp, Twitter Apps, push-mail, mobile browser, and others apps with poor and full-stars reviews!

Selain efek yang salah, saya pun ngerasa lebih nggak produkif tanpa akses internet di laptop. Terutama, produktif nulis karena otomatis tanpa koneksi internet, laptop pun jarang dibuka kecuali kalau perlu banget. 

Jadi, minggu ini saya putuskan untuk kembali menghubungkan tali kasih yang sempat terputus antara laptop saya dan koneksi internet. Pada akhirnya, bukan akses yang diputus supaya bisa kendaliin diri, tapi N-I-A-T. Jadi, bukan devices-nya yang disunat, tapi niat dan nilainya yang dipertajam. So, welcome back, access!