Minggu, 20 Februari 2011

Senja 11 Inci

Langit senja ini mirip warna langit di desktop background notebook-mu. Langit di desktop background notebook-mu yang berwarna biru muda campur jingga, dengan dua siluet burung yang sedang nongkrong di kabel. Mungkin itu kenapa senja ini kamu tidak merangkak ke dalam layar seperti senja biasanya. Pada senja-senja biasanya kamu akan menyalakan notebook Jepangmu, menunggunya sampai 100% bangun dari tidurnya, kemudian setelah muncul gambar yang sudah tiga tahun melebar di layarmu itu, kamu akan pelan-pelan merangkak dan masuk ke dalam sore dalam sebelas inci. Kamu seret bangku plastik dan duduk di sisi jalan aspal tepat di bawah lilitan kabel listrik dan telepon yang di atasnya ada dua siluet burung. Kamu duduk sambil memandangi langit biru yang juga jingga. Biru dan jingga yang tersekat, seperti warna kue lapis dan kue pelangi. Warna-warnanya tidak tercampur. Pada senja-senja biasanya itu kamu duduk diam di dalam layar sampai malam di luar layar turun. Saat itulah kamu akan keluar lagi dari layarmu dan tidur dengan nyenyak semalaman.

Tapi senja hari ini lain. Senja hari ini seperti versi empat dimensi dari desktop background-mu. Seolah-olah kamu memakai kacamata empat dimensi sambil memandangi layar notebook-mu. Senja kali ini, kamu tidak lagi merangkak ke dalam layar. Kamu lari keluar kamar dengan histeris, sampai-sampai lupa memakai sendal (tentu saja kamu tidak peduli), dan menikmati senja yang tidak sebelas inci.


#40 dari 365 di 2011

Rabu, 09 Februari 2011

Two Way Monologue

Di sebuah taman kota penuh galian kabel. Di setiap sisi jalan setapak taman ini tertanam bangku-bangku beton tanpa senderan yang setiap malam sepertiganya alih fungsi jadi ranjang penduduk-penduduk anonim dan alias. Ada danau mini yang airnya sudah kering, anak-anak jaman sekarang menyebutnya tempat sampah. Taman ini berada di kota yang hitam mendung di utara dan kuning cerah di selatan. Kadang perpaduan, tapi lebih sering tersekat. Itulah kenapa burung-burung yang terbang lewati kota ini selalu panik. Ada yang tiba-tiba stroke dan sayapnya kaku, menabrak genteng, tiang listrik, yang paling beruntung berhasil lewati kota dengan selamat tapi dengan bulu yang 60% rontok.

Di pojok utara taman berdiri dua pohon yang dari lebar batangnya tampak belum begitu tua, tapi bukan berarti muda. Jarak antara dua pohon ini enam puluh detik lagu. Jenis lagunya bebas. Dua pohon tidak pernah mementingkan jenis lagu selama lagu-lagu tersebut mampu menyampaikan pesan mereka. Begitulah cara mereka berhubungan. Mereka tidak peduli apakah mereka saling mengerti bahasa masing-masing. Meskipun usia mereka sama, mereka adalah dua jenis pohon yang berbeda. Monokotil dan dikotil. Terkadang sebelum sampai ke mereka, pesan dalam lagu enam puluh detik tersebut akan terhapus angin, tergigit nyamuk, terpeleset embun, termakan tikus got, terinjak gembel. Peduli setan.

Toh yang terjadi antara mereka pun two way monologue. Karena walaupun ini terjadi antara dua pihak, tak ada perdagangan di dalamnya, tak ada pertukaran yang lebih dari sekedar pesan lewat lagu enam puluh detik. Bodo amat, kata mereka. Mereka tak butuh pertukaran, tak butuh saling mengerti, tak butuh omong kosong yang lebih kosong dari kolong-kolong bangku taman dan otak undur-undur. Singkatnya, mereka tak butuh dialog. Lagipula "Untuk apa dialog ketika tanah yang becek bisa menjawabmu jauh lebih menarik daripada lawan bicaramu?", pikir mereka.



#32 dari 365 di 2011

Selasa, 08 Februari 2011

Four Clow Cards I Wish I Had

I'm not that into anime/manga, but I love this one!
Clow cards ini adalah magical cards yang diciptakan oleh Clow Reed dalam anime/manga Cardcaptor Sakura buatan CLAMP.
Di bawah ini 4 kartu clow yang pengen saya curi:

1. The Fly
the fly
Power: It can create wings for flying. When Sakura uses it, it puts wings on her sealing staff and she can ride on it.
[Aseeek aja nggak perlu macet-macetan, irit, ramah lingkungan. Siap jaket aja selalu biar nggak masuk angin. Jas hujan juga, namanya juga negara tropis]

2. The Rain
rain
Power: It can make rain and, if it interacts with Wood, the two can grow a forest.
[Karena saya suka hujan! Seru kalo lagi panas, tinggal aktifin kartu ini dan adem..]

3. The Illusion
illusion
Power: It shows the illusion of what the viewer wishes to see the most, or what its master wants it to show.
[Pengen liat James Franco, Johnny Depp, tempat-tempat keren yang jauh, liat surga sekalian juga kali yah]

4. The Time

time

Power: It can freely control the flow of time
[Siapa yang nggak mau!?]