Minggu, 20 Februari 2011

Senja 11 Inci

Langit senja ini mirip warna langit di desktop background notebook-mu. Langit di desktop background notebook-mu yang berwarna biru muda campur jingga, dengan dua siluet burung yang sedang nongkrong di kabel. Mungkin itu kenapa senja ini kamu tidak merangkak ke dalam layar seperti senja biasanya. Pada senja-senja biasanya kamu akan menyalakan notebook Jepangmu, menunggunya sampai 100% bangun dari tidurnya, kemudian setelah muncul gambar yang sudah tiga tahun melebar di layarmu itu, kamu akan pelan-pelan merangkak dan masuk ke dalam sore dalam sebelas inci. Kamu seret bangku plastik dan duduk di sisi jalan aspal tepat di bawah lilitan kabel listrik dan telepon yang di atasnya ada dua siluet burung. Kamu duduk sambil memandangi langit biru yang juga jingga. Biru dan jingga yang tersekat, seperti warna kue lapis dan kue pelangi. Warna-warnanya tidak tercampur. Pada senja-senja biasanya itu kamu duduk diam di dalam layar sampai malam di luar layar turun. Saat itulah kamu akan keluar lagi dari layarmu dan tidur dengan nyenyak semalaman.

Tapi senja hari ini lain. Senja hari ini seperti versi empat dimensi dari desktop background-mu. Seolah-olah kamu memakai kacamata empat dimensi sambil memandangi layar notebook-mu. Senja kali ini, kamu tidak lagi merangkak ke dalam layar. Kamu lari keluar kamar dengan histeris, sampai-sampai lupa memakai sendal (tentu saja kamu tidak peduli), dan menikmati senja yang tidak sebelas inci.


#40 dari 365 di 2011

Tidak ada komentar: