Rabu, 22 September 2010

Nggak Pengen Bisa Juga

Suatu sore di sebuah percetakan digital daerah Cikini. Ada seorang bapak berbaju safari sedang mencetak flyers pertunjukan berbagai benda pustaka (berpetuah) yang sepertinya akan diadakan dekat-dekat ini. Kami berempat (saya dan teman saya yang juga sedang mencetak serta dua orang pekerja percetakan; laki-laki dan perempuan) sedang merapikan poster yang baru dicetak. Tiba-tiba si bapak-safari melakukan pertunjukan mini di depan kami dengan menekukan paku dengan kedua tangannya sampai melengkung dan meluruskannya kembali. Saya sih nggak terkesima, sudah sering lihat yang macam itu di televisi, bahkan yang lebih dari itu. Lagipula si bapak-safari memakai kedua tangan, jadi saya pikir cuma butuh mengerahkan tenaga lebih saja. Coba dia pakai satu tangan atau satu jari!

Kemudian setelah aksi singkat tersebut, si pekerja lelaki pun berkata, "Kalo pakunya dari kita, bisa nggak, Pak?". Kami berempat sedikit tertawa dalam hati (karena kurang berani tertawa depan si bapak-berpetuah). Si Bapak terdiam dengan muka tak enak tanda tersinggung. Sejenak kemudian melemparkan paku tadi ke arah meja kami berempat sambil berkata "Coba sendiri! Bisa nggak!!?". Oh ya, lemparannya cukup keras, nggak sopan. Si pekerja lelaki pun menahan tawa sambil memegang paku yang tampaknya memang normal-normal saja. Saya juga menahan tawa. Si bapak-safari tampak puas setengah emosi. Saya pun berbisik ke teman saya, "Nggak pengen bisa juga sih..". Lalu teman saya bilang, "Don't care yah!".

Tidak ada komentar: