Minggu, 18 April 2010

Sengaja Tenggelam

Aku terlalu sering gagal menembus kepalamu
Seperti pasar malam yang tiba-tiba riuh, tiba-tiba senyap
Juga sekolahan yang ramai di siang hari dan sepi di malam hari
Hanya bedanya, tak ada waktu yang pasti
Tak ada bel sekolah yang menandakan datang dan pulang
Tak ada gerbang pasar malam yang membatasi riuh dan senyap
Cair…
Mungkin itu mengapa aku yang tak jago renang ini bisa renang begitu saja di kepalamu
Terkadang aku mengambang sempurna bersama kata sapaan basi
Kerap pula menyelam dalam panci yang dibawahnya api biru kompor elpiji
Diaduk-aduk bersama bumbu-bumbu yang kadang kurang match
Tapi seringnya aku ikut arus, sampai terbius
Tidak berusaha mengambang atau menyelam
Sengaja tenggelam
Tak mampu menembus, lantas tenggelam

Tidak ada komentar: