Rabu, 31 Maret 2010

Nyebur, Melebur, Kabur, dan Terkubur

nyebur, melebur, kabur, dan terkubur

empat opsi di samping autopsi

sebab mereka bilang rumah sakit sudah terlalu sakit

dan klinik 24 jam sudah lama terpejam

sedangkan puskesmas terlalu banyak cemas

sekolah disesaki orang-orang yang kalah

kampus dipenuhi oleh otak-otak yang arogan mampus

dan kata-kata yang penuh dempul dan mudah-mudahan tidak tumpul

menyedihkan…


Orang-orang mendandani diri. Poles sana sini. Melupakan penyakit. Mungkin ini salah satu teknik paling mutakhir dalam dunia kedokteran. Bukan lagi placebo. Tebalkan make up-mu sementara penyakit menjangkiti tubuhmu, juga lingkunganmu. Taburi sebanyak mungkin vetsin pada kalimat-kalimatmu. Biar menarik, walaupun berpenyakit dan bikin mual. Alat ukurmu yang terlalu rendahan. Mistar yang centiannya salah. 2 cm yang sebenarnya 4 cm.

Sebenarnya aku pun terlalu sempit. Sebenarnya masih banyak orang-orang tulus di luar sana. Yang mampu membuat roti tawar berasa penuh keju, cokelat, stroberi, kacang. Dan air putih berasa soda, susu, teh, kopi.

Dan yang paling membuat terharu adalah ketika orang lain yang jauh lebih menderita darimu masih menyempatkan waktu dan tenaga untuk menghubungimu dan bertanya, "Apa kabarmu? sehat? sudah sembuh?" :')

2 komentar:

raisaraisa mengatakan...

It's the littlest things that matter fan, simple question does mean a lot.

apa kabar luh fan? udah sembuh?? ;p

Penari Jari mengatakan...

hahaha iyah cha!