Sabtu, 30 Januari 2010

Mary and Max, Lolipop yang Tidak Semanis Itu

Memang bukan film baru, tapi setelah menonton film ini di DVD yang saya beli tanpa baca-baca dulu, saya bertekad harus menulis sesuatu tentang film ini. Menonton animasi yang satu ini seperti membeli permen lolipop yang ternyata tidak warna-warni dan rasanya mulai dari manis, asam, tapi kebanyakan pahitnya. Tapi walaupun begitu, saya tidak kecewa membeli lolipop tadi karena rasa-rasanya mampu membuat kita tertawa sambil menangis tapi tidak lupa juga menyetrum otak. Jangan harapkan animasi penuh warna nan ceria layaknya milik Disney, Pixar, atau Dreamworks. Buang jauh-jauh bayangan akan tokoh-tokoh cantik atau lucu seperti di Toy Story, Monster Inc., Up atau Shrek. 'Cuaca' yang dibangun di dalam kartun yang satu ini memang rasanya tidak seperti kebanyakan kartun lain yang diperuntukan bagi anak-anak. Terasa mendung.

Mary dan Max sekitar belasan tahun menjadi sahabat pena yang berada di benua berbeda tapi untungnya punya bahasa yang sama. Mary di Australia, Max di Amerika (Serikat). Kedua sahabat ini dipersatukan oleh satu persamaan (selain bahasa tadi :P), yaitu sama-sama tidak punya teman. Tidak aneh buat Max yang seorang Aspie (sindrom asperger, silahkan di-google kalau nggak tahu) dan Mary dengan kepercayaan diri rendahnya berkat keluarganya sendiri. Selain sajian lika-liku balas-balasan surat (dan juga barang) antara Mary dan Max, menonton film buatan Australia ini seolah dilempari kata-kata cerdas yang tidak sok cerdas, malah terkesan lucu. Sangat wajar jika animasi ini menang di Sundance Film Festival 2009.

..dan Saya malas untuk mengetik lebih banyak huruf tentang film ini. Satu kata: tontonlah! :)




Max Jerry Horrowitz. Si Jewish-American penfriend. Berumur 40 tahunan. Mengidap Asperger Syndrome. Memakan hotdog cokelat.







Marry Daisy Dinkle. Si anak Australia. Penyendiri. Meminum susu kental.







Vera Dinkle. Ibu Mary. Suka mengutil barang. Penyuka Sherry.











"Unfortunately, in America, babies are not found in cola cans. I asked my mother when I was four and she said they came from eggs laid by rabbis. If you aren't Jewish, they're laid by Catholic nuns. If you're an atheist, they're laid by dirty, lonely prostitutes." -Max Jerry Horrowitz

7 komentar:

dela mengatakan...

kayaknya patut ditonton tu. :)
dapet dvdnya dari mana ya?

Penari Jari mengatakan...

di tukang2 DVD biasa kok dapetnya :)
selamat menonton

Anonim mengatakan...

fan, gw udah nonton filmnya, dan sangat menyenangkan untuk ditonton. tapi bukan perasaan menyenagkan yang manis ataupun ceria he, but still fun to wacth.
kalimat fav gw :
"i read your letter, like a bowl of soup"

Mudrica Rusfiani mengatakan...

makasih buat info nya mbak.
saya belum nonton. tpi ngeliat gambarnya malah tertarik bgt. haha
saya lumayan suka jenis animasi kyk gini misalny coraline atw corpse bride. Dark tpi tetep fun :)

slm kenal yaaa

Penari Jari mengatakan...

@anonim: iyahh emg agak dark ya
@mudrica: sama-samaa. ayo ditontonn, hehe. salam kenal juga :)

mas awe mengatakan...

gw dah nonton fan.. beli di abang kober hehe..
cerita dewasa dg packaging yg begitu kebocahan.. tp ttp keren..

"love urself first" =D

Penari Jari mengatakan...

ah benerr we, cerita dewasa packaging kebocahan! :)