Sabtu, 27 Juni 2009

Terapi Kata

Ada banyak cara untuk terapi. Anda berhak untuk memilih cara mana yang paling tepat. Bagi sebagian orang, mengobrol dapat menjadi satu cara yang tepat. Mengobrol tanpa arah pasti, hanya mengikuti kemana otak menggapai kata, dan kata satu menyambut kata lain, dan dibalas oleh kata oleh si lawan bicara, menunggu balas, dan begitu terus-menerus. Tak ada topik pasti yang ditentukan di sini, tak ada panduan bicara, apalagi mana yang pantas dan tidak. Hanya bicara, menanggapi, mendengar, dan begitu seterusnya.

Hal ini terjadi juga dalam sebuah percakapan digital. Seperti sebuah obrolan digital tanpa arah di bawah ini. Antara si rata dan si labirin.

si labirin: i wished that i am a robot with one metal heart
si rata: sumtimes i am. it's just so flat. flat as a fart with no smell or even sound.
si labirin: flat as the most silence fart
si rata: flat more than a flat plate in my kitchen
si labirin: flat as flat as my stomach without any fat

Lalu kami pun hanya tertawa dungu dan melanjutkan obrolan tanpa sadar bahwa kami telah terterapi oleh kata yang tergapai otak, oleh kata yang terbalas lawan, oleh kata-kata yang terus-terus-dan-terus.

Saya menamainya: TERAPI KATA

Senin, 22 Juni 2009

Pirated Song

you're a song that i sing everyday and you'll never know how hard i try to sing it loudly and wonderfully
you're a genreless song
you're a rock song, blues one, jazz sometimes, lil bit pop, too much disco, even dangdut, classically punk, instrumental lately, what else?
you're sung by Queen, Led Zeppelin, The Cardigans, Janis Joplin, Nirvana, The Beatles, Tupac Shakur, Eminem, Jamiroquai, Earth Wind and Fire, Offspring, The Cure, Alicia Keys, Lily Allen, Shakira, who else?
you're in no label
and that's what make me so insatiable
so i can pirate you anytime
download you anytime
copy you anywhere

Sabtu, 20 Juni 2009

Balada Pasar

pasar tak mampu sembunyikan baladanya
tandaskan haus penikmatnya
karena hanya dalam pasar
aku dapat saksikan keringat-keringat gusar
yang menjamah sebelum subuh dan lunglai selagi ashar
menangkapi keluh-keluh yang terlempar
suguhan menyentuh hingga tampar-menampar
teriringi dangdut layu hingga yang gelegar

seni dasar hidup hadir dengan elegan
ada uang ada barang
barang hilang abang berang
habis tarik nafas saja harus buang nafas
biar semuanya impas!


di pojok kanan pedagang beras
menakar hidup lewat cemas
di ujung tangga penjual bawang
membumbu rasa, meramu terang
di tengah kiri tukang buah
menimbang kelu, membuncah kesah
di emper-emper penjaja sayur
memanja usia, mengikat tempur
paling belakang penjual ikan
menyuguh amis, mengolah kesan
di sela-selanya warung penyedap rasa
memalsu palsu, membajak asa

dan aku rela melangkahi becek
jika dapat kumelahap
sebuah drama balada hidup yang paling nyata
dalam sebuah panggung tanpa omongkosong intelektualitas
memadu dengan cantiknya sebuah pelajaran hidup penuh ambiguitas

dan yang terpenting...
kamu masih bisa menawar di sini

Coretan-Coretan Alter Ego

An alter ego (Latin, "the other I") is a second self, a second personality or persona within a person. It was coined in the early nineteenth century when schizophrenia was first described by early psychologists.[1] A person with an alter ego is said to lead a double life.
The term alter ego is commonly used in literature analysis and comparison to describe characters who are psychologically identical, or sometimes to describe a character as an alter ego of the author, a fictional character whose behavior, speech or thoughts intentionally represent those of the author. (http://en.wikipedia.org/wiki/Alter_ego)


Memang definisi di atas tidak sepenuhnya sesuai dengan 'alter ego' yang dimaksud oleh sekoloni manusia-manusia nyaris labil di The Shout of Alter Ego.

Tapi paling tidak mereka memiliki alasan-alasan kecil nan rapuh sekaligus nyata sebagai berikut...

1. Karena mereka percaya setiap orang punya sisi lain dalam dirinya
2. Karena mereka hanyalah sisi-sisi lain yang butuh diteriakan
3. Karena dunia ini panggung sandiwara dan mereka lelah bersembunyi pada peran-peran protagonis
4. Karena mereka hanya ingin ada tanpa mengada-ada
5. Karena mereka percaya 'dark' tidak selalu berarti gulita dan membutakan, karena terkadang di dalam gelap kita dapat berpikir lebih jernih dan menemukan sesuatu yang tidak dapat kita temukan dalam terang

Just enjoy the darkness!

Senin, 15 Juni 2009

Lamunan

Aku tidak kosong.

Hanya saja selalu seperti ada yang tertinggal di beberapa detik yang lalu, beberapa menit yang lalu, beberapa jam yang lalu, beberapa hari yang lalu, beberapa bulan yang lalu, beberapa jaman yang lalu..

Khayalan-khayalan seperti terus mengejarku untuk melanjutkan bab demi bab, paragraf demi paragraf, kalimat demi kalimat..

yang hanya mampu eksis dalam satu dunia bernama

l.a.m.u.n.a.n.

Jumat, 12 Juni 2009

Hilang Aksara

dimana para aksara
ketika aku ingin berkendara
menjahit huruf-huruf sambil terbang ke utara
meludahi ini itu perkara
karena seketika aku hilang
di pojok masa yang bertualang
dan aku tak pernah memohon terang
karena benderang hanya membuatku makin hilang
dan gelap tidak selalu membutakan
karena gelap slalu memberiku kesempatan