Sabtu, 20 Juni 2009

Balada Pasar

pasar tak mampu sembunyikan baladanya
tandaskan haus penikmatnya
karena hanya dalam pasar
aku dapat saksikan keringat-keringat gusar
yang menjamah sebelum subuh dan lunglai selagi ashar
menangkapi keluh-keluh yang terlempar
suguhan menyentuh hingga tampar-menampar
teriringi dangdut layu hingga yang gelegar

seni dasar hidup hadir dengan elegan
ada uang ada barang
barang hilang abang berang
habis tarik nafas saja harus buang nafas
biar semuanya impas!


di pojok kanan pedagang beras
menakar hidup lewat cemas
di ujung tangga penjual bawang
membumbu rasa, meramu terang
di tengah kiri tukang buah
menimbang kelu, membuncah kesah
di emper-emper penjaja sayur
memanja usia, mengikat tempur
paling belakang penjual ikan
menyuguh amis, mengolah kesan
di sela-selanya warung penyedap rasa
memalsu palsu, membajak asa

dan aku rela melangkahi becek
jika dapat kumelahap
sebuah drama balada hidup yang paling nyata
dalam sebuah panggung tanpa omongkosong intelektualitas
memadu dengan cantiknya sebuah pelajaran hidup penuh ambiguitas

dan yang terpenting...
kamu masih bisa menawar di sini

3 komentar:

Ramadhona Saville mengatakan...

mantaaaap,yg terahir paling keren,bisa menawar.

Anonim mengatakan...

aku bersedia menawar neng
asal neng yakin mau sama abang
abang mau membahagiakan neng
abang mau neng, mauuuu

salam hobah abang
hanya untuk neneng

Penari Jari mengatakan...

@ramadhona: hahaaa, thx don..! hihi
@anonim: hoy hoy, pake anonim lagi, gw tau kok situ siapa! hahahaaaaa...