Rabu, 15 April 2009

Dengar Saja, Tak Perlu Dimengerti

dan aku hanya cerita pada sisa makanan terakhir di piringku
mungkin karena mereka tak bertelinga
mungkin juga karena mereka takkan pernah mengerti
karena aku tak ingin dimengerti
lalu aku berkisah panjang lebar
tentang gula dan kopi yang tak pernah ingin bersatu
tentang aspal-aspal yang terlalu panas untuk dipijak dengan hanya beralaskan sendal jepit yang kau beli dengan gaji tanggung yang tak juga kau syukuri
tentang bakiak-bakiak yang hatam jalan bolak-balik menuju masjid dan berbunyi tok-tok-tok sembari mengintip sajadah-sajadah yang tak tersujudi
tentang mangkuk-mangkuk bubur ayam yang selalu bersih kecuali batang-batang seledri bodoh yang tak pernah kau sentuh
bisa juga tentang garpu-garpu pengangguran yang hanya kau gunakan untuk melengkapi tugas si tangan kiri padahal makananmu hanya kuah
jangan lupakan tentang tetangga sebelah yang kisahnya tumpah ruah namun sok berpetuah

semoga lain kali aku bisa bercerita pada kalian yang bertelinga dan yang tak buta aksara

1 komentar: