Jumat, 21 November 2008

Menyawer Penyair

kini marlboromu sudah tersulut
terjepit di antara bibir-bibir yang mengkerut
di wajahmu yang carut marut
yang tak pernah mau disebut pengecut
cicit-mencicit cecurut

cit....ciiiiiiiit......cittttttttttttttt....

kamu kira karena kamu nyinyir
kamu jadi mirip penyair
yang tak pernah nyisir
dengan selipan mariyuana di bibir
sambil legakan dahaga dengan bir

biar tehmu sudah diseduh
kamu tetap mengaduh
telingaku jenuh
terus-terusan dengar huruf-huruf keruh
yang tak pernah berlabuh
tapi keluhannya merdu, cair dan membeku seperti lilin
bikin aku ingat nyanyiannya janis joplin
cukup ringan walau tak seenteng lagu-lagu pink

bedebam..bam...bammm.....bammmmmm....

kopiku tinggal ampas
lagumu masih tak terhempas
andai mampu kusumpal telinga ini dengan kapas
untungnya masih dapat kubernafas
mana lagu dangdutmu!?
yang biasa kau nyanyikan sambil disawer
biar kau bilang suaramu mirip cat power
tapi cat power kan gak disawer!

5 komentar:

maulana mengatakan...

Halo Fani temennya raisa, blog-walking dari blog-nya dia ni!

puisi elo keren-keren deh, a bit edgy gitu..

keep blogging! gue baca terus deh

Penari Jari mengatakan...

makasi....
kasih2 komen ya..hehe

Brokoli sehat mengatakan...

ah saluuuuuuuuuuut!! aku selalu salut dengan orang-orang yang bisa menulis puisi, apalagi dengan kata-kata berima. Teruskan perjuanganmu!! huheuheuehe

indieschmindie mengatakan...

wah interesting blog :D
btw kita sekelas tekomas kan? hihi

Penari Jari mengatakan...

@indieschmindie: makasii,kawan tekomas!!hehe

@brokoli sehat: thx,,akan saya teruskan!hoho