Jumat, 24 Oktober 2008

Sejenis

Tempo itu kamu masih bocah
Kalau ngobrol masih penuh ludah
Ada realita yang buat kamu gundah
Cukup buat kamu terlihat gelisah

Kemarin kamu masih bermanipulasi
Ikuti norma atur fiksi
Gairah muda debum-debum bak perkusi
Penuh obsesi

Tadi pagi kamu masih ingusan
Atur suhu atur kesan
Bukan yang bukan-bukan
Otak penuh khayalan

Tiba-tiba ada pemuda manis
Yang kamu rasai tanpa permisif
Semua orang pun mendesis
Benar kamu suka sejenis

1 komentar:

Anonim mengatakan...

lo menggambrkan perasaan yang datang itu kaya matahari yang tetep ngilang walau kita tetap mau sepedaan sesorean keliling kota, sama kaya jam tayang film korea yang abis setelah dua jam diputer...
the point is, ok lo ga bisa nolak itu, lo ga bisa menghalau itu dan akhirnya lo menikmati itu karena lo tahu selalu ada matahari baru yang berarti sore baru dan ada film korea baru...
just enjoy ++++