Senin, 20 Oktober 2008

Balada Warung Remang

bertengkarlah hingga subuh melerai kita
di ujung lagu disko dangdut di pagi buta
tak butuh otak di sini
yang ada hanya dengkuran lelah bersembunyi
bungkus-bungkus mini teriak "fiesta!!!"
tapi kalah oleh kencangnya suara kereta

adakah kain-kain itu pakaian?
yang bapak beli karena berlabel donna karan
wangi parfum itu terlalu kuat untuk kalahkan bau kompos
yang bapak semprot dari botol hugo boss
sebelah anting kamu di karpet
sebelahnya lagi jatuh saat kamu joget
dan si supir mabok mendumel "kampret!"
saat kamu lari-lari hampir terpeleset

tadi malam hujan geledek seperti perang
bukan salah bapak kalau tidak pulang
terjebak pula di warung remang
ada marni...
si rambut pendek yang ngomongnya berani
ada bunga...
dengan baju merah dan tampang senga
yang itu vita...
nama aslinya siti tapi diganti biar lebih kota
yang ini mia...
asli tegal pernah jadi mahasiswa
yang paling nyantol ya aida...
kayak indo tapi berlogat sunda

bapak pun mainkan apa yang kamu sebut 'lepis'
sebelum kamu bilang ini tidak gratis
"halah...itu biasa!" kata bapak yang sok kekar
seni hidup itu seni tukar menukar
ada uang ada barang
habis tarik nafas saja harus buang nafas
biar semuanya impas!

6 komentar:

belo mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
belo mengatakan...

tukarkan geolan panas pake kopi panas
pantat saya dengan pantat rokok bututmu
keringat amis dengan anggur acot belian warung seberang

saya ga butuh kertasan, cuma desahan nge-growlmu

diatas dipan beralas tiker anyam, saya tunggu kamu balik bertandang

*mimpi mba sugih, yang selalu nagih

Anonim mengatakan...

ok, that's it...
u know everything and enjoy everything.

raisaraisa mengatakan...

nice one, keep writing fan!

bunxu mengatakan...

permainan bunyi ya, cukup solutif bwt nyusun puisinya, baris demi baris.

puisi yg oke, temanya oke si, judul balada itu cocok

Penari Jari mengatakan...

waaa.. makasih buat komen di postingan jadul saya :)